Tampilkan postingan dengan label Karya X-1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya X-1. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 November 2012

Kini Kami Kelas Dua....

,
Blog ini udah LAMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA BANGEEEEEEEEEEEEEEEETTTTTTTTTTTTT ga di update lagi. Kasian. Udah berdebu. Udah berjamur mungkin. Tapi satu hal yang harus kalian tau, blog ini ga terlupakan kok. Anak-anak Claxone banyak yang nanya, "eh itu blog kelas kita ga di posting-posting lagi?". Tapi apa daya, kita semua sibuk. Sibuk sama sekolah. Sibuk sama kelas baru. YAK, KAMI UDAH NAIK KELAS DUA!

Oke, mungkin postingan ini udah telat beberapa bulan. Harusnya sih di post pas kami baru-baru masuk kelas dua kan ya? Tapi ini udah bulan November. But late is better than never, right? ;)

Dikelas dua ini kami udah punya kelas baru. Udah punya teman-teman baru juga. Kami udah terbagi ke dalam empat kelas, yaitu XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPA 3, dan XI IPS. Ya, kami semua terpisah kedalam empat kelas itu. Ada yang sekelas lagi ada yang engga ;)

By the way, dalam postingan kali ini kami pengen bahas tentang kelas baru kami. Siapa aja orang-orangnya, siapa wali kelasnya, semuanya lah :D

XI IPA 1 
XI IPA 1 atau yang punya nama keren UNO ini wali kelasnya Ibu Sutresni, guru Bahasa Indonesia. Nah, anak Claxone yang masuk XI IPA 1 adalaaah :

- Virdayani
- Ghalia Mayuna 
- Bunga Nabilah
- Nanda Chintia Melrozha
- T. Noer Khaliq Ponda
- Dwi Qatrunnada 
- Rendy Farliandra

UNO ini kelasnya kompak, anaknya juga pinter-pinter. Waktu lomba pidato 4 bahasa di bulan puasa mereka menang juara 1. Baju futsal kebanggaannya anak UNO yaitu baju birunya Chelsea :D 
Oh iya, Virdayani yang dulunya runner up *?* alias ranking 2 di Claxone, berhasil jadi ranking 1 di UNO pas UTS kemarin. Pertahankan terus yaa :D

Oke, lanjut ke kelas berikutnya.


XI IPA 2
XI IPA 2 ini punya nama keren TOMAT, yaitu singkatan Two Means To Us. Oke, bagi yang bertanya-tanya apa maksud dan artinya, silahkan tanyakan langsung pada para biji-biji tomat :D
Nah, anak Claxone yang akhirnya masuk XI IPA 2 dan jadi biji tomat adalah :

- Masyithah Audina
- Andalia Febrina Ayu
- Cut Fasya Zaliska
- Nurul Alia
- T. M. Irfansyah
- Irfan Fachrizal

Wali kelasnya adalah Ibu Aznidar, ngajar Fisika. Baju futsal kebanggaannya para biji tomat adalah baju Barcelona FC. Itu lho, yang kuning-kuning oren dan biru-biru gradasi. Di kelas ini juga banyak bintang-bintang futsalnya :D

Oke, mari lanjut ke kelas berikutnya :D


XI IPA 3
Naaah dikelas inilah yang paling banyak anak Claxone nya! XI IPA 3 yang punya nama keren APA!? (kepanjangan dari Anak Ipa Tiga), punya wali kelas yang merupakan guru Biologi kami tercinta :p, Ibu Kemala. Claxoner yang akhirnya 'terdampar' ke XI IPA 3 adalah :

- Abdul Hakim
- Aulia Wahyudi
- M. Rizki Mufty
- Melina Filza Tijani
- Siti Azaria Tiara Adinda
- Firia Nurlinda
- Zatalini
- Cut Nurul Phonna
- Annisaq Ulfa Siregar

XI IPA 3 ini kelasnya juga kompak banget. Oh iya, ranking 1 di Claxone (Firia Nurlinda) akhirnya berhasil jadi ranking 1 lagi di APA pas UTS kemarin. Semoga bisa dipertahankan terus yaa :D 

Yak, lanjut ke kelas yang terakhir.


XI IPS
XI IPS yang punya nama keren SOCCER, adalah satu-satunya kelas IPS di Leting 5. Tapi walaupun bisa dibilang kaum minoritas karena cuma ber20 diantara 114 anak Leting 5, anak IPS ga kalah kompak dong :D
Nah, Claxoner yang akhirnya berubah status jadi Soccerer *?* adalah :

- Fania Putri Alifa
- Agung Ma'ruf
- Ahmad Humam
- Naufal Kurnia Firdaus
- Muhammad Ikhlas 

Wali kelasnya adalah Ibu Faizah, guru Pendidikan Agama. Soccer punya baju futsal kebanggaan warna oranye, bajunya timnas Belanda :D

Yaps, itu dia sekilas tentang kelas baru kami dan siapa-siapa aja Claxoner yang masuk didalamnya. Dan alhamdulillah sekarang kami udah bisa adaptasi sama kelas baru, guru baru, dan yang paling kerasa ya teman-teman baru :D

By the way, ini dia foto terakhir kami yang rame-rame. Pas acara Perpisahan kemarin. WE ARE RED!

 

Oh iya, kemarin ngubek-ngubek laptopnya Rizki Mufty, aaand we found this!
 


So Claxoner, which one is more fun? Our Claxone or your new class? :p

Sabtu, 31 Maret 2012

Alwan Pindah, Claxone Gundah

,
Alwan Ramadhan, si bocah malang asal Bandung ini, beberapa waktu yang lalu bilang kalo dia mau pindah lagi ke Bandung.
Sebenarnya sih 'kabar' tentang kepindahan Alwan ini udah lama. Si Alwan sering ngirim sms ke anak-anak sekelas, ngirim wall ke grup kelas di facebook, dan juga ngomong di sekolah kalo dia mau pindah. Tapi karena dasarnya si Alwan ini emang suka becanda, jadinya ga ada satupun dari kami yang percaya.
Sampai suatu hari, menjelang bagi rapor semester 1. Kami sering ngeliat Alwan ngomong empat mata sama Ibu Yulisma, wali kelas kami. Dan setiap kami tanyain mereka ngomongin apa, si Alwan ga mau bilang. Udah gitu neneknya Alwan juga sering datang ke sekolah buat ketemu guru, tapi kami pun ga tau entah apa yang dibahas. Akhirnya suatu hari kami paksa Alwan buat bilang apa yang sebenarnya terjadi, dan Alwan-pun bilang,

"SEMESTER DUA AKU MAU PINDAH LAGI KE BANDUNG..."

Seketika semuanya diam. Hening.
Dengan segala cara, kami semua 'ngerayu' Alwan supaya dia berubah pikiran. Kami bilang :

"Kalo ga ada Alwan, siapa lagi yang jadi ketua kelas di X-1? Cuma Alwan yang bisa!"

"Kalo ga ada Alwan, ga ada lagi trio konyol alias three idiots dikelas bareng Agung dan Rizki.."

"Kalo ga ada Alwan, siapa lagi yang bisa kami minta pinjem laptopnya setiap hari?"

"Kalo ga ada Alwan, siapa lagi yang ngisi absen nomor empat dikelas?"

"Kalo ga ada Alwan, siapa lagi yang ngomong Sunda dikelas?"

"Kalo ga ada Alwan, kami semua kesepiaaaaaaaaaaan.."

Malah ada salah seorang anak cewek yang bilang, "Kalo Alwan pindah aku juga pindah!"

Awalnya si Alwan sempat bingung juga buat mutusin tetap tinggal di Aceh atau jadi pindah ke Bandung. Yaa si Alwan semacam galau gitulah.

Nah suatu hari, pas kami semua lagi santai-santai disekolah karena udah ga belajar lagi (ujian udah abis), si Alwan tiba tiba dateng dan bilang, "Hari Minggu ini aku berangkat.."
WHAT!? Are you kidding us, Alwan?
Sontak kami semua panik. Waktu itu hari Kamis dan itu tandanya tiga hari lagi Alwan berangkat. Lalu kami pun menyusun rencana buat ngasih surprise ke Alwan sebagai tanda perpisahan. Dan TARAAAAAAAAAAA!!! Kami ngasih ini :


Yak, kami ngasih Alwan baju kaos yang tulisannya CLAXONE ♥ ALWAN.

Gak cuma itu, kami juga ngasih satu kaos lagi yang isinya tanda tangan anak-anak sekelas dan juga beberapa guru sebagai kenang-kenangan..

tanda tangan Ibu Yulisma di bagian depan

Bunga

Agung

Fania dan Rizki

Filza





pesan dari Pak Rahmat

Oh ya, kebetulan waktu itu hari Sabtu tanggal 21 Januari, dan besoknya (Minggu, 22 Januari) adalah hari ulang tahunnya Alwan yang ke-16. Jadi, kami ga cuma ngasih baju, tapi ngasih kue tart juga :)

"Happy Birthday Alwan.We ♥ you. Don't forget us!"





Dan! Gak cuma Alwan aja yang ulang tahun, Ponda juga. Ponda sih ultahnya tanggal 3 Januari, tapi kami belum sempat ngasih kue. Nah, jadi kami kasih kuenya sekalian Alwan :)




_______________________________________________________________________

PS : Setelah dipikir-pikir, ternyata Alwan memutuskan ga jadi pindah ke Bandung! Hahahaha. Rugi aja dong ya, baju yang kami kasih sebagai kenang-kenangan itu :p

Minggu, 27 November 2011

Alwan Rimidin

,


Disuatu hari yang agak mendung, dua remaja labil sedang duduk-duduk dan bersenda gurau di ruang PKn.
Mereka adalah Agung Ma'ruf dan M. Rizki Mufty. Entah apa yang mereka lakukan, tak ada seorang pun yang tahu. Yang kami tahu adalah, mereka itu labil. Ya, labil. L, A, B, I, L.
Ketika mereka bersama, mereka selalu menciptakan sesuatu yang ajaib. Dan ketika mereka sedang duduk-duduk di ruang PKn untuk meratapi kesuraman hidup mereka, terciptalah bait demi bait puisi yang mereka rangkai sedemikian rupa. Puisi itu dipersembahkan untuk mengenang arwah salah seorang sahabat mereka, Alwan Ramadhan.


ALWAN RIMIDIN
Goresan Pena : Agung Ma'ruf dan M. Rizki Mufty


Bocah ingusan bertubuh kerempeng
Tertinggal jauh dari rombongan
Dibuang oleh negara tetangga
Lautan api yang mengering

Bocah ingusan bertubuh kerempeng
Sayat-sayat pisau di dada
Ikhlas menahan tangis
Jerit dari sang pelahap maut

Kaki bagai jurang berangin
Berbulu bagai singa mangsai
Cacar di pipi
Tanda sayang dari merapi

Selamat tinggal teman lama
Suara tawamu
Selalu kami simpan disini
Didalam hati sang babi
Semoga arwahmu
Selalu dilindungi
Amiiin
 ___________________________________________________________________________


Yak, itulah dia puisi aneh bin ajaib yang berhasil mereka rangkai. Sungguh menarik bukan?
Entah apa maksudnya mereka membuat puisi seperti itu, kami pun tak tahu.
Yah, semoga ini merupakan langkah awal bagi Agung dan Rizki untuk mengecap kesuksesan di indahnya dunia per-puisi-an.

PS : Bagi kalian yang ada tugas untuk membuat atau membaca puisi oleh guru Bahasa Indonesia di sekolah, mungkin puisi diatas bisa dipakai :p
 

CLAXONE Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger Templates